JAKARTA – Di era ledakan disinformasi yang kian mengaburkan kebenaran, media dituntut kembali ke khitahnya sebagai pilar keempat demokrasi. Menyadari tanggung jawab besar tersebut, Pemimpin Redaksi Nusantara News Today, Suleman Sinulingga, melakukan langkah strategis dengan menemui tokoh Aktivis 98, Ismail Arif, serta Pimpinan Pondok Pesantren Darul Hikmah, Buya Mas'ad Mahdi, Kamis (26/02/2026).
Pertemuan lintas sektor antara jurnalisme, aktivis pergerakan, dan otoritas moral keagamaan ini menjadi tonggak sejarah bagi Nusantara News Today untuk mengukuhkan diri sebagai media yang tajam, independen, dan berintegritas.
Redaksi Sebagai Benteng Demokrasi
Lahir dari rahim pergerakan mahasiswa 1998, Suleman Sinulingga membawa semangat "perlawanan terhadap ketidakadilan" ke dalam ruang redaksi. Baginya, jurnalisme bukan sekadar bisnis informasi, melainkan alat perjuangan untuk memastikan suara rakyat tidak tenggelam oleh narasi kekuasaan.
"Media tidak boleh jadi penonton apalagi sekadar 'tukang stempel' kepentingan tertentu. Kami di Nusantara News Today berkomitmen memastikan setiap berita yang diproduksi memiliki kedalaman investigasi dan keberanian untuk mengungkap fakta terpahit sekalipun demi marwah demokrasi," tegas Suleman.
Sinergi Moral dan Intelektual: Tiga Pilar Strategis
Pertemuan ini melahirkan pemikiran mendalam mengenai arah jurnalisme masa depan. Buya Mas'ad Mahdi menekankan pentingnya jurnalisme yang "ber-ruh", yakni berita yang tidak hanya cepat namun membawa maslahat. Sementara Ismail Arif mengingatkan agar media tetap menjadi "anjing penjaga" (watchdog) yang setia pada kepentingan publik.
Berdasarkan diskusi tersebut, Nusantara News Today secara resmi menetapkan Tiga Pilar Strategis:
Investigasi Tanpa Batas: Memprioritaskan pengungkapan isu-isu krusial yang menyentuh akar rumput.
Independensi Tanpa Kompromi: Mengharamkan intervensi dari pihak luar mana pun dalam menentukan arah pemberitaan.
Supremasi Etika: Menjadikan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) sebagai "kitab suci" dalam setiap proses produksi konten.
Edukasi dan Komitmen Kebangsaan
Secara edukatif, langkah ini merupakan bentuk literasi bagi publik bahwa media nasional yang sehat adalah media yang berani menjaga jarak dengan kepentingan politik praktis.
Pimpinan Umum Nusantara News Today, Fernando Albert Damanik, menyambut positif penguatan visi ini.
"Langkah Pemred Suleman Sinulingga adalah pernyataan sikap bahwa kami tidak main-main dengan idealisme. Sinergi dengan tokoh pergerakan dan agama adalah jaminan bahwa Nusantara News Today akan terus bertransformasi menjadi media nasional yang disegani karena akurasi dan ketajaman analisisnya dalam mengawal fenomena sosial di tanah air," ungkap Fernando.
Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga kedaulatan informasi nasional, memastikan rakyat mendapatkan hak atas kebenaran yang objektif.
Editor: Fernando Albert Damanik 🖋️
Laporan: Unit Liputan Nasional & Ideologi Media

Tidak ada komentar:
Posting Komentar