DARURAT POLUSI! Langit Huta Tiga Dolok Tenera Menghitam, Ratusan Warga Terancam Penyakit Paru Akibat Fly Ash PKS

Oleh: Memuat... pembaca 3 menit baca 0 komentar

 



SIMALUNGUN – Pemandangan mencekam kini menyelimuti Desa Huta Tiga Dolok Tenera, Kabupaten Simalungun. Pemukiman warga yang seharusnya asri, kini terpapar asap pekat dan hujan abu (fly ash) yang diduga berasal dari aktivitas cerobong Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Dolok Ilir. Sebanyak 303 Kepala Keluarga (KK) kini berteriak menuntut hak mereka untuk bernapas dengan lega, Selasa (03/03/2026).

Investigasi Lapangan: Debu Hitam di Setiap Sudut Rumah

Pantauan tim NusantaraNews-Today.com bersama koordinator masyarakat, Herianto, menunjukkan bukti kerusakan lingkungan yang sangat nyata. Partikel debu hasil pembakaran sisa produksi sawit tampak menempel tebal di teras rumah, menjalar ke perabotan, hingga masuk ke ruang makan warga.

"Ini bukan lagi debu biasa, ini racun! Setiap pagi kami harus menyapu abu hitam ini. Anak-anak kami sudah mulai batuk-batuk dan sesak napas. Kami seperti hidup di dalam tungku pembakaran," ungkap Herianto dengan nada emosional saat menunjukkan kondisi pemukiman warga.


Hantaman Jurnalisme Nurani: Atap Seng Korosi, Rakyat Rugi Bandar

Dampak polusi di Huta Tiga Dolok Tenera tidak hanya menyerang raga, tapi juga harta benda. Zat kimia korosif yang terkandung dalam fly ash mempercepat pengaratan atap seng rumah warga. Ribuan lembar seng yang seharusnya bertahan puluhan tahun, kini bolong-bolong dalam waktu singkat.

Pimpinan Umum Nusantara News Today, Fernando Albert Damanik, memberikan pernyataan keras terkait temuan ini:

"PKS Dolok Ilir PTPN 4 harus berhenti menutup mata! Huta Tiga Dolok Tenera bukan tempat pembuangan limbah udara. Jika perusahaan BUMN ini membiarkan filter cerobongnya rusak, berarti mereka secara sengaja memiskinkan rakyat dengan beban biaya kesehatan dan perbaikan rumah. Kami mendesak audit lingkungan sekarang juga!" tegas Fernando.

KPKM RI Pasang Badan: Advokasi Sampai Tuntas

Merespons situasi darurat ini, Lembaga KPKM RI (Kongres Pemberantasan Korupsi Manipulatif Rakyat Indonesia) menyatakan kesiapannya mendampingi Herianto dan 303 KK terdampak. KPKM RI akan membawa masalah ini ke jalur audiensi dengan manajemen PTPN 4 hingga ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Simalungun.

Tuntutan Warga Huta Tiga Dolok Tenera:

  1. Perbaikan Sistem Filtrasi: Pemasangan alat penangkap debu (Dust Collector) yang berfungsi maksimal pada cerobong PKS.

  2. Kompensasi Kerusakan Seng: Ganti rugi material bagi warga yang rumahnya rusak akibat korosi abu kimia.

  3. Pemeriksaan Kesehatan Gratis: Jaminan medis bagi warga yang terindikasi menderita ISPA akibat polusi.

Kawal Hingga Akar Rumput

Warga Huta Tiga Dolok Tenera tidak meminta pabrik ditutup, mereka hanya meminta pabrik "tahu diri". Nusantara News Today berkomitmen untuk terus memberitakan perkembangan kasus ini hingga ada janji hitam di atas putih dari pihak manajemen perusahaan untuk melakukan pemulihan lingkungan.


Editor: Fernando Albert Damanik 🖋️

Laporan: Unit Investigasi Lingkungan & Masyarakat Simalungun

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca

Tidak ada komentar:

Posting Komentar